Rafael Leao dan AC Milan akhirnya berpisah. Setelah tarik ulur negosiasi, sang winger benar-benar memutuskan pergi musim ini.
Rafael Leao sudah sepakat ke Galatasaray. Transfer ini membuat raksasa Turki harus mengeluarkan dana sekitar 45 juta euro. Angka tersebut belum termasuk bonus 2 juta euro yang harus dibayarkan pada akhir musim.
Kepindahan ini bisa dibilang menguntungkan semua pihak. AC Milan mendapat dana segar, apalagi dalam klausul tercantum mereka akan mendapatkan sekitar 20 persen dari hasil penjualan Leao di masa depan.
Bagi Galatasaray tentu ini menambah kekuatan lini serang. Mereka kian bertabur bintang karena sebelumnya sudah memiliki Victor Osimhen dan Leroy Sane. Pun untuk Leao, kepindahan ini membuat pundi-pundinya makin tebal.
Menurut laporan di Italia, ia mendapat gaji seebsar 12 juta euro permusim. Angka tersebut hampir dua kali lipat dari yang didapatkan bersama Milan selama ini.
Leao pergi dari Milan sebenarnya tinggal menunggu waktu. Masa depannya sudah jadi tanda tanya sejak paruh kedua dua musim lalu.
Rafael Leao Korban Perubahan Sistem Bermain
Saat itu ia tidak nyaman dengan perubahan peran yang diminta Sergio Conceicao, pelatih kala itu. Eks Sporting Lisbon diminta untuk bermain lebih dalam dan turun ke bawah membantu pertahanan.
Pada akhir musim ia sudah mempertimbangkan hengkang. Terlebih muncul tawaran menggiurkan dari Chelsea.
Niat itu kemudian diurungkan seiring dipecatnya Conceicao dan masuknya Massimiliano Allegri selaku pengganti. Situasi sempat membaik, Leoa kembali jadi tumpuan di sisi kiri serangan.
Namun, situasi berubah lagi perlahan. Pemain Portugal beberapa kali dicadangkan, belum lagi muncul kritikan datang dari beberapa legenda, Roberto Donadoni salah satunya.
Donadoni menuntut Rafael Leao mengubah perangainya dan lebih adaptif dengan strategi pelatih. Kata Roberto Donadoni, itu satu-satunya cara agar Leao bertahan dan bangkit bersama Milan.
Apa daya, situasinya tidak sesimpel sebelumnya, Leao kadung putus asa dengan berbagai perubahan yang sangat cepat dalam tim. Sehingga keputusan berat harus diambil demi kebaikan bersama.
Rafael Leao Ucapkan Salam Perpisahan untuk AC Milan
“Saya mengucapkan selamat tinggal kepada rekan setim setelah tujuh tahun bersama. Klub selalu membantu, membuat mengerti apa artinya berada di level tertinggi,” ucap Rafael Leao kepada Sky Sport Italia.
“Saya memilih penghormatan yang berbeda, untuk mengucapkan selamat tinggal di lapangan sekali lagi di depan tifosi, mereka yang telah membantu saya, terutama di momen tidak baik,” ia menambahkan.
“Saya akan tercatat dalam sejarah klub, karena saya tahu apa yang sudah kami raih di sini. Milan akan selalu tersimpan dalam hati, yang bisa saya lakukan hanyalah berterima kasih,” imbuhnya.
Selama berseragam I Rossoneri, pemain 27 tahun bagian penting dari sukses klub merengkuh scudetto musim 2021-2022 dan Supercoppa Italia dua tahun kemudian. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri akhir cerita sang bintang terbilang prematur.
Performanya menurun, peran di lapangan berkurang, kepercayaan pelatih sempat menghilang, dan dapat kritik tajam dari legenda.
Rafael Leao juga tidak pindah ke klub raksasa Eropa seperti yang digadang-gadang sebelumnya. Tapi setidaknya, winger murah senyum ini tidak nyasar sampai Saudi Arabia.
