Liverpool Krisis Penyerang, Andoni Iraola akan Paksakan Federico Chiesa

Jeda internasional kembali memakan korban. Kali ini Liverpool kehilangan dua pemain depannya sekaligus dalam dua pekan terakhir.

Alexander Isak dan Cody Gakpo mengalami cedera saat membela Swedia dan Belanda di UEFA Nations League. Kondisi ini memperparah krisis pemain di lini depan.

Sebelumnya Liverpool sudah ditinggal Hugo Ekitike yang menepi sejak awal musim. Dengan kata lain Andoni Iraola tak punya striker saat menjamu Manchester City pekan ini.

Situasi ini jelas membuat Iraola pusing bukan main. Dia hanya memiliki dua stok pemain, yaitu Federico Chiesa, itu pun posisinya bukan striker. Serta Lewis Koumas yang masih terlalu muda.

Mau tidak mau, pelatih asal Spanyol akan memaksakan Chiesa. Hanya saja dia masih pikir-pikir apa akan langsung memainkannya sejak menit pertama atau sebagai pengganti.

“Sebelum Isak dan Cakpo cedera kami tidak memiliki Hugo Ekitika, penyerang lain yang saya harapkan main. Sekarang kami tidak memiliki dia dan Isak,” ujar Andoni Iraola.

“Mungkin Federico Chiesa akan kembali bermain. Tapi dia belum main satu menit pun karena masih dalam pemulihan. Namun dia melakukan pekerjaan yang baik selama jeda dan telah berlatih intensif,” ia menambahkan.

Liverpool Belum Pernah Mainkan Chiesa Musim Ini

Federico Chiesa memang kesulitan sejak didatangkan Liverpool dua musim lalu. Ia kalah bersaing dengan Mohamed Salah maupun Cody Gakpo.

Ditambah sekarang muncul wonderkid bernama Ryo Ngumoha dan pemain anyar Victor Munoz. Masalah kebugaran jadi faktor lain Chiesa jarang diberi kesempatan.

Termasuk musim ini. Kala namanya tak sekali pun dimainkan Andoni Iraola kendati sempat dimainkan beberapa kali selama pramusim.

Dengan fisik yang belum 100 persen, Chiesa masih diraugukan. Namun, kondisi skuat Liverpool yang sangat terbatas sangat memungkinkan untuk eks Juventus akan dipaksakan main pekan ini.

Bertahun-tahun Jadi Rival, Juergen Klopp Hati-Hati Bahas Kasus Man City

Kasus yang menimpa Manchester City mengundang reaksi banyak pihak. Tidak terkecuali Juergen Klopp yang mantan pelatih Liverpool.

Seperti diketahui, Manchester City dinyatakan bersalah oleh Premier League atas 114 dakwaan. Mereka kini terancam hukuman berat seperti pengurangan poin, dikeluarkan dari Liga Inggris dan terdampar ke liga amatir.

Ancaman hukuman berat tersebut tak lepas dari berbagai kesalahan dan kecurangan yang mereka lakukan. Seperti penggelapan dana, pemalsuan laporan keuangan, sumber uang dalam banyak transfer permain, dan masih banyak lagi.

Dengan cara-cara itu City mengumpulkan kekuatan dan jadi salah satu yang terkuat di Premier League. Terbukti dengan rentetan trofi yang sukses dimenangkan, terutama pada era Pep Guardiola.

Di era itu pula Manchester City mendapat perlawanan sengit dari Liverpool. Bahkan bisa dibilang The Reds lah satu-satunya klub yang sukses merebut gelar liga di tengah dominasi The Cityzens.

Sukses Liverpool itu tak lepas dari tangan dingin Juregen Klopp di balik kemudi. Kendati begitu, dia tetap mengaku bahwa City lawan terberatnya selama bertahun-tahun.

Akan tetapi, Klopp tak melihat tanda-tanda kecurangan rivalnya itu di lapangan. Karena memang fokusnya hanyalah pertandingan 90 menit, bukan hal-hal yang ada di luar lapangan.

“Saya jauh dari mempersiapkan diri untuk meraih gelar atau hal semacam itu. Saya sangat puas dengan apa yang kami raih di Liverpool,” ungkapnya.

“Kami berjuang keras di lapangan. Saya tidak bisa mengatakan lebih banyak lagi tentang kasus itu karena saya tidak tahu detail,” ia menambahkan.

Juergen Klopp Tunggu Sanksi untuk Manchester City

Juergen Klopp tak mau berkomentar lebih jauh. Ia cenderung hati-hati dalam menanggapi apa yang terjadi di Manchester City karena ketidaktahuannya.

Yang jelas, pria yang kini menukgangi timnas Jerman takjub dengan apa yang dilakukan Pep Guardiola. Termasuk duel yang terjadi antara keduanya selama di Premier League.

“Saya hanya bisa menunggu dan melihat. Saya sangat menghormati Guardiola dan gaya sepak bola City,” jelasnya.

“Mereka bermain fantastis dan merupakan lawan kelas atas bagi kami. Jika ada sanksi yang dijatuhkan itu tidak ada hubungannya dengan saya. Jadi kita tunggu dan lihat saja,” tutup Juergen Klopp.