Jose Mourinho punya kenangan buruk selama melatih AS Roma. Salah satunya ketika timnya kalah dari Sevilla di final Liga Europa 2023 lalu.
Laga di Budapest kala itu berlangsung sengit. AS Roma yang sempat unggul gagal mempertahankan kemenangan. Pemenang akhirnya ditentukan lewat adu penalti.
Di sinilah Il Lupi harus mengakui keunggulan Sevilla. Yang menarik, final saat itu bukan hanya soal pertandingan dan kekalahan klub ibu kota.
Lebih dari itu, muncul drama yang terjadi setelah laga. Jose Mourinho tidak senang dengan kepemimpinan wasit asal Inggris, Anthony Taylor.
Menurutnya ada beberapa keputusan yang merugikan Roma. Protes yang dilancarkan sepanjang pertandingan pun tak digubris oleh sang pengadil.
Merasa tidak puas dan dipermainkan, nakhoda asal Portugal menunggu Taylor di parkiran stadion untuk melampiaskan amarah.
Keesokan harinya, Anthony Taylor sudah ditunggu ribuan fan di bandara. Sang wasit dihina, bahkan sampai ada ancaman soal keselamatannya.
Bagi Mourinho itu dua kejadian berbeda. Apa yang terjadi di parkiran sepenuhnya tanggung jawabnya. Tapi kejadian di bandara di luar kendalinya.
“Apa yang terjadi di bandara bukanlah tanggung jawab saya. Saya bertanggung jawab atas penghinaan yang saya berikan kepada wasit di parkiran dan saya menanggung akibatnya,” ucap Jose Mourinho.
“Saya harusnya tidak menanggung akibat dari apa yang terjadi di bandara karena itu bukan kesalahan saya dan itu merusak hubungan kami dengan pemilik klub. Karena setelah itu hubungan kami berbeda,” ia menambahkan.
Jose Mourinho akan Sambut Hangat Pemilik Roma
Di sisi lain, tengah pekan nanti akan terasa spesial untuk Jose Mourinho. Ia akan kembali ke Olimpico untuk pertama kalinya setelah dipecat Januari 2024.
Kali ini The Special One datang sebagai musuh. Ia kini menangani Real Madrid yang akan melawan AS Roma di matchday dua Liga Champions.
Dengan kata lain, ada sisi emosional yang akan dia rasakan. Bertemu lagi dengan para tifosi yang pernah menyanjungnya dan juga pemilik klub yang selalu mendukung kinerjanya.
“Saya tidak pernah secara terbuka membahas hubungan dengan keluarga Friedkin,” jelas pria asal Portugal.
“Saat kembali ke Roma dan bertemu mereka di lorong setelah laga, saya akan menyapa dengan hangat,” tutup Jose Mourinho.


















