AS Roma tak berdaya kala menjamu Real Madrid di Olimpico, Kamis (15/10) dinihari WIB. Di matchday kedua Liga Champions mereka kalah 3-4.
Kekalahan ini jelas mengecewakan. Sebab AS Roma sempat unggul 3-1 melalui gol Marten de Roon dan brace Donyell Malen.
Sayang, Il Lupi tak mampu mempertahankan kemenangan. Laga menyisakan 10 menit gawang mereka dibobol tiga kali oleh Real Madrid.
Gol-gol dari Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Ruediger mengubur mimpi tuan rumah meraup tiga poin pertama.
Yang menyakitkan adalah cara mereka kebobolan. ketiga gol yang bersarang ke jala Pierluigi Gollini berawal dari tendangan sudut.
Tak pelak hal ini membuat Gian Pierp Gasperini murka. Bahkan menurutnya para pemain seperti lumpuh karena tak mampu menghalau satu pun bola.
“Di menit-menit terakhir kami seolah-olah lumpuh karena takut menghadapi tendangan sudut dan mereka mencetak gol terlalu mudah,” ucap sang pelatih.
“Ada penyesalan yang mendalam karena permainan yang dimainkan seperti itu seharusnya tidak berakhir dengan cara seperti ini,” ia menambahkan.
“Sangat sulit menerimanya, tapi Roma melakukan beberapa hal yang bagus, yang kami rusak sendiri pada akhirnya. Terlepas dari situasi bola mati Real Madrid, kami terlalu pasif,” imbuhnya.
Bukan AS Roma yang Kehabisan Tenaga
Sementara itu, Gian Piero Gasperini tidak setuju dengan anggapan Jose Mourinho. Sebelumnya pelatih Real Madrid menyebut AS Roma kehabisan tenaga saat kena comeback.
Gasperini justru menilai Madrid lah yang mengalami kelelahan. Cara El Real mencetak gol dari bola mati adalah bukti mereka tak bisa berbuat banyak dalam permainan.
“Jika ada tim yang kehabisan tenaga itu adalah Real Madrid. Kami mengungguli mereka dalam segala hal,” tegas eks Atalanta.
“Mereka hanya mencetak gol dari tendangan pojok. Selain itu kami jelas mampu mengatasi permainan walaupun belum bisa menyelesaikannya,” tutup allenatore AS Roma.
