Bos AC Milan Klaim Orang Italia Alergi Perubahan

Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale mengeluarkan unek-uneknya soal sepak bola Italia. Menurutnya akan sulit, terutama bagi Serie A, bangkit dan menyaingi Premier League.

Sudah hampir dua dekade terakhir pamor Serie A kalah dari Premier League. Terutama 10 tahun terakhir ketika AC Milan dan Inter Milan mengalami kejatuhan secara finansial dan prestasi.

Dengan masalah yang belum selesai hari ini, banyak pihak menuntut perubahan. Para pakar juga sudah memberi banyak masukan soal apa yang harus dilakukan.

Akan tetapi, upaya perubahan masih sulit terwujud. Menurut Cardinale hal ini terjadi lantaran budaya orang-orang Italia yang sulit menerima perubahan.

Padahal ia percaya satu-satunya cara agar Serie A bangkit adalah perubahan. Atau setidaknya inovasi baru untuk meningkatkan daya saing dengan kompetisi lain.

“Di Italia orang-orang agak takut terhadap perubahan dan beberapa penolakan terhadap inovasi,” ucap bos AC Milan.

“Sepak bola Italia harus berinovasi. Kita harus berubah dengan rasa urgensi dan saya ingin menjadi salah satu penggerak utama di balik perubahan itu,” sambungnya.

Bos AC Milan Punya Cara Jitu Bangkitkan Serie A

Lebih lanjut, pria asal Amerika menegaskan Serie A belum telat untuk berinovasi. Masih ada waktu untuk berubah dan mengembalikan kejayaan kompetisi seperti dulu.

Dia pun memiliki beberapa cara untuk mmeulai perubahan. Salah satunya dengan meningkatkan produk dan kualitas dari kompetisi itu sendiri.

“Saya telah mengatakan beberapa kali bahwa kita perlu meningkatkan produk,’ lanjut Gerry Cardinale.

“Cara itu akan membuat sepak bola Italia lebih menarik dan diminati oleh distributor dan juga penonton skala global,” tutup pemilik AC Milan.

banner 400x130

Serie A Seperti Hollywood: Besar, Berpuas Diri, Tak Mau Inovasi

Setiap tahunnya, Serie A makin tertinggal dari kompetisi lain. Keadaan ini rupanya tak lepas dari kesombongan karena sukses di masa lalu.

Serie A era 90-an adalah yang terbaik. Ia kiblat sepak bola dunia dan menjadi tempat berkupulnya para pemain top.

Pelan tapi pasti kesuksesan dan kebesaran Liga Italia membuat banyak pihak cepat puas. Sehingga mereka tidak melakukan apa-apa, tak membuat gebrakan baru juga.

Sementara itu, liga lain seperti Premier League terus berinovasi. Semua dilakukan untuk menarik minat sinvestor dan menjadikan kompetisinya sebagai ladang industri.

Ketika Premier League terus berbenah hingga akhirnya sebesar sekarang, Serie A justru jalan ditempat tanpa inovasi. Seakan kebesaran yang didapat selama ini tak bisa disaingi.

Kondisi ini dirasakan betul oleh bos AC Milan, Gerry Cardinale. Menurutnya inovasi harga mati untuk membuat industri sepak bola tetap hidup.

Ia juga menyandingkan masalah Liga Italia dengan dunia Hollywood. Yang mana keduanya sama-sama pernah menjadi kiblat dunia, puas dengan yang sudah dicapai, dan enggan melakukan perubahan.

“Serie A dulunya Premier League. Milan di puncak. Apa yang kemudian terjadi?,” kata Gerry Cardinale seperti dilansir dari Football Italia.

“Di industri ini jika Anda berpuas diri dan gagal berinovasi, jika tidak menjalani setiap hari dengan semangat inovasi, Anda akan hancur oleh persaingan,” ia menambahkan.

“Seperti Hollyood. Mereka menjadi lengah, mengira terlindungi, kemudian muncul DVD yang meminta lisensi konten. Sekarang Netflix lahir dan menghancurkan mereka karena teknologi berubah,” tegasnya.

Secara Hak Siar, Serie A Mulai Membaik

Dari segi hak siar, Serie A masih kalah jauh dibanding Premier League. Namun, setidaknya ada sedikit perbaikan, baik secara finansial maupun kualitas.

Gerry Cardinale juga menilai apa yang dilakukan DAZN sebagai pemilik hak siar global Liga Italia sudah bagus. Walau ia berharap akan ada perbaikan lagi.

“Kita lihat saja bagaimana nanti. Saya rasa DAZN sudah melakukan pekerjaan yang hebat,” ia menambahkan.

‘Kita punya banyak hal yang harus dilakukan  dan banyak prioritas yang harus difokuskan sebelum memikirkan hal ini,” tutup pemilik AC Milan.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.