Ciro Immobile Berutang Maaf kepada Juergen Klopp

Ciro Immobile selama ini dikenal sebagai legenda Lazio. Namun, siapa sangka jika dirinya pernah berseragam Borussia Dortmund.

Ciro Immobile ke Borussia Dortmund 2014 silam. Ia datang usai menjalani musim luar biasa bersama Torino dengan mencetak 22 gol di Serie A.

Adapun Dortmund ketika itu membutuhkan pengganti Robert Lewandowski. Klub pun harus mengeluarkan biaya tak kurang dari Rp 350 miliar.

Kedatangan Immobile sudah sangat dinantikan Juergen Klopp, pelatih Die Borussen kala itu. Ia menaruh harapan besar sang bomber untuk meneruskan tren menawan.

Sayang, harapan tak sesuai kenyataan. Immobile kesulitan beradaptasi di Bundesliga dan itu sangat disayangkan.

Kondisi tersebut rupanya memengaruhi hubungan dia dengan Juergen Klopp. Meski tak pernah bsrselisih namun terasa ada jarak dan rasa kecewa.

Hal tersebut pun sangat ia sesalkan. Dan sampai sekarang eks Juventus merasa berutang maaf kepada pelatih timnas Jerman.

“Pelatih yang memberi kesan kecil di saya adalah Klopp. Terdengar sedikit aneh bukan?,” ujar Ciro Immobile.

“Mungkin saya terlalu muda di Dortmund dan dia berada di musim terakhir di sana. Jadi saya berutang maaf padanya,” ie menjelaskan.

Ciro Immobile Akui Hubungan Luar Biasa dengan Inzaghi

Cuma semusim Ciro Immobile memperkuat Borussia Dortmund. Hanya 10 gol pula yang dibuat dari 34 penampilan di semua kompetisi.

Setelah itu ia berpindah-pindah tim dengan status pinjaman. Seperti ke Sevilla, kembali ke Torino, hingga akhirnya menemukan kesuksesan bareng Lazio.

Delapan musim di ibu kota Italia, pria yang baru saja pensiun menorehkan 207 gol. Torehan itu sekaligus menasbihkan dirinya sebagai top skorer sepanjang masa Lazio.

Dan perlu diingat pula, sukses besar Immobile didapat karena pengaruh Simone Inzaghi sebagai pelatih. Sang nakhoda yang mengembalikan ketajamannya di depan gawang.

“Pelatih yang memberi saya banyak hal adalah Simone Inzaghi. Terutama dalam hal kemanusiaan, keluarga kami bahkan pernah menghabiskan waktu bersama,” tutup Ciro Immobile.

Bertahun-tahun Jadi Rival, Juergen Klopp Hati-Hati Bahas Kasus Man City

Kasus yang menimpa Manchester City mengundang reaksi banyak pihak. Tidak terkecuali Juergen Klopp yang mantan pelatih Liverpool.

Seperti diketahui, Manchester City dinyatakan bersalah oleh Premier League atas 114 dakwaan. Mereka kini terancam hukuman berat seperti pengurangan poin, dikeluarkan dari Liga Inggris dan terdampar ke liga amatir.

Ancaman hukuman berat tersebut tak lepas dari berbagai kesalahan dan kecurangan yang mereka lakukan. Seperti penggelapan dana, pemalsuan laporan keuangan, sumber uang dalam banyak transfer permain, dan masih banyak lagi.

Dengan cara-cara itu City mengumpulkan kekuatan dan jadi salah satu yang terkuat di Premier League. Terbukti dengan rentetan trofi yang sukses dimenangkan, terutama pada era Pep Guardiola.

Di era itu pula Manchester City mendapat perlawanan sengit dari Liverpool. Bahkan bisa dibilang The Reds lah satu-satunya klub yang sukses merebut gelar liga di tengah dominasi The Cityzens.

Sukses Liverpool itu tak lepas dari tangan dingin Juregen Klopp di balik kemudi. Kendati begitu, dia tetap mengaku bahwa City lawan terberatnya selama bertahun-tahun.

Akan tetapi, Klopp tak melihat tanda-tanda kecurangan rivalnya itu di lapangan. Karena memang fokusnya hanyalah pertandingan 90 menit, bukan hal-hal yang ada di luar lapangan.

“Saya jauh dari mempersiapkan diri untuk meraih gelar atau hal semacam itu. Saya sangat puas dengan apa yang kami raih di Liverpool,” ungkapnya.

“Kami berjuang keras di lapangan. Saya tidak bisa mengatakan lebih banyak lagi tentang kasus itu karena saya tidak tahu detail,” ia menambahkan.

Juergen Klopp Tunggu Sanksi untuk Manchester City

Juergen Klopp tak mau berkomentar lebih jauh. Ia cenderung hati-hati dalam menanggapi apa yang terjadi di Manchester City karena ketidaktahuannya.

Yang jelas, pria yang kini menukgangi timnas Jerman takjub dengan apa yang dilakukan Pep Guardiola. Termasuk duel yang terjadi antara keduanya selama di Premier League.

“Saya hanya bisa menunggu dan melihat. Saya sangat menghormati Guardiola dan gaya sepak bola City,” jelasnya.

“Mereka bermain fantastis dan merupakan lawan kelas atas bagi kami. Jika ada sanksi yang dijatuhkan itu tidak ada hubungannya dengan saya. Jadi kita tunggu dan lihat saja,” tutup Juergen Klopp.