Bisa Apa Aston Villa dan Crystal Palace Setelah Digembosi?

Bagaimana nasib Aston Villa dan Crystal Palace di Premier League musim ini? Terutama setelah kedua klub kehilangan banyak pemain vital.

Apa yang dialami Aston Villa bisa dibilang nahas. Sukses juara Liga Europa harusnya menjadi gerbang daya tarik pemain-pemain bintang datang. Atau setidaknya jaminan pemain pentingnya tidak hengkang.

Kenyataannya malah terbalik. The Villans kehilangan banyak sosok penting. Dua motor serangan, Morgan Rogers dan Ollie Watkins pergi. Satu ke Chelsea satu lagi menyeberang ke Arab Saudi.

Belum lagi nama-nama lain seperti Ezri Konsa, Youri Tielemans, Lucas Digne, hingga kiper andalan, Emi Martinez. Mereka-mereka yang pergi memang sudah ada pengganti.

Namun, tetap saja bukan perkara mudah membuat tim tetap stabil ketika kehilangan pemain sebanyak itu. Dengan kata lain Aston Villa melakukan perjudian besar.

Setali tiga uang dengan Villa, Crystal Palace pun bernasib sama. Duo pelari di sisi kanan dan kiri permainan, Maxence Lacroix dan Daniel Munoz membelot ke Chelsea serta Nottingham Forest.

Pun dengan Brennan Johnson dan Borna Sosa. Lebih parah lagi, Palace tak cuma ditinggal pemain andalan. Pelatihnya, Oliver Glasner, lebih dulu pergi setelah melakoni dua tahun penuh sukses dengan torehan tiga piala.

Aston Villa dan Crystal Palace Awali Kompetisi dengan Buruk

Pemain-pemain tersebut tak hanya menghasilkan konsistensi untuk Aston Villa maupun Crystal Palace. Mereka juga melahirkan trofi.

Bersama nama-nama di atas The Villans dua kali menembus Liga Champions. Hingga puncaknya musim lalu ketika mengangkat trofi Liga Europa.

Palace bersama Munoz dan Lacroix di bawah tangan dingin Glasner sampai menjadi mimpi buruk Liverpool tiap musimnya. Sampai akhirnya mereka melenggang ke singgasana juara FA Cup, Community Shield, dan Conference League.

Jika ditarik sedikit ke belakang, baik Unai Emery maupun Oliver Glasner butuh kerja keras dan kontinuitas dalam melambungkan klub. Artinya, sukses Villa dan Palace bukan urusan membalikkan telapak tangan.

Emery dengan pengalamannya butuh waktu menjadikan Rogers dan Watkins berada di level berbeda. Glasner perlu kerja keras membuat Palace yang sekadar jadi pelengkap tim ibu kota sampai menjadi penantang serius, bahkan di level Eropa.

Dengan apa yang sudah dibangun dan sukses yang didapat, Unai Emery harus mereset ulang Aston Villa. Nama-nama baru yang datang belum menjamin apa-apa di awal.

Terbukti di dua laga pertama Premier League Villa terpuruk. Mereka selalu kalah tanpa sekali pun mencetak gol.

Yang terjadi di Crystal Palace lebih sulit. Pelatih baru, Pierre Sage, belum bisa menjanjikan apa pun. Ia bahkan masih meraba-raba mengingat ini pertama kali dirinya berkarier di Premier League.

Alhasil Palace menelan dua kekalahan di dua pertandingan. Kehilangan Munoz dan Lacroix juga menyisakan lubang besar di belakang dengan enam kebobolan sebagai buktinya.

Maka, menarik ditunggu apakah dongeng Aston Villa dan Crystal Palace akan berakhir musim ini. Atau secara perlahan mereka bisa bangkit seiring musim berjalan.

Juventus Masih Lapar, 2 Bintang Premier League Selangkah Lagi Datang

Juventus terus memperkuat tim untuk musim 2026-2027. Mereka selangkah lagi akan kedatangan dua bintang Premier League.

Kedua pemain tersebut memiliki posisi yang sama, striker. Mereka adalah Nick Woltemade dan Joshua Zirkzee.

Woltemade dan Zirkzee akan datang dengan skema berbeda. Bomber Newcastle United kemungkinan digaet dengan status pinjaman dan opsi pembelian di akhir musim.

Sementara penyerang Manchester United secara permanen. Sky Sport Italia melaporkan Juventus sudah menaikkan tawaran kepada MU menjadi 30 juta euro.

Angka ini diyakini akan membuat Setan Merah melunak. Apalagi Zirkzee sudah tidak masuk dalam skema Michael Carrick.

Kembali ke Serie A tentu menyenangkan untuk pemain asal Belanda. Sebab namanya mulai berkibar ketika berkiprah di Italia, terutama saat memperkuat Bologna.

Pengalaman ini pula yang membuat Zirkzee tidak berpikir dua kali ketika tawaran dari Juve datang. Ditambah lagi Si Nyonya Tua krisis striker karena masih belum punya pengganti Dusan Vlahovic yang hengkang ke Besiktas.

Juventus Awalnya Jadikan Woltemade Opsi Kedua

Terkait dua pemain yang disebutkan, Juventus awalnya hanya menginginkan Joshua Zirkzee. Namun, kemunculan Fiorentina sebagai pesaing membuat manajemen memikirkan opsi lain.

Situasi inilah yang memunculkan nama Nick Woltemade. Penyerang timnas Jerman disiapkan sebagai opsi kedua jika upaya menggaet Zirkzee gagal.

Akan tetapi, situasi terakhir memungkinkan klub menggaet keduanya. Penyebabnya adalah kepergian Jonathan David yang segera dipinjamkan ke Atletico Madrid.

Jika David pergi, Juventus hanya punya Randal Kolo Muani di depan. Kondisi ini tentu riskan untuk tim yang tengah berupaya bangkit musim ini.

Belum lagi kondisi terkini Kenan Yildiz yang masih cedera. Mau tidak mau pasukan Luciano Spalletti harus menambah pemain berkualitas di lini depan.