Zinedine Zidane akan melakoni laga emosional. Pelatih timnas Prancis melawan Italia dalam lanjutan UEFA Nations League di Stade de France, Sabtu (3/10) dinihari WIB.
Zidane akan terus terikat dengan Italia. Selain pernah merumput lama di Serie A bersama Juventus, dirinya juga sempat memicu kontroversi.
Final Piala Dunia 2006 menjadi tajuk utama. Ia yang kala itu menjabat kapten Prancis menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi.
Seketika sang maestro diganjar kartu merah. Tak sampai di situ, Les Blues akhirnya gagal juara setelah kalah di babak adu penalti.
Hingga hari ini, sundulan Zidane ke Materazzi masih menjadi momen ikonik di sepak bola. Dia pun tidak menampik fakta tersebut.
Kendati begitu, satu hal yang dia garisbawahi adalah tak ada penyesalan. Walau pada kenyataannya ia juga tidak senang dengan apa yang sudah terjadi.
“Gambar itu diputar berulang di mana-mana tanpa henti. Saya sudah sering melihatnya,” ucap pelatih yang akrab disapa Zizou.
“Kami belum berbicara [dengan Materazzi] sejak hari itu. Saya tidak bangga dengan apa yang terjadi. Tapi pada saat yang sama tidak ada penyesalan. Itu adalah bagian dari karier,” tegasnya.
Zinedine Zidane Fokus Ingin Kalahkan Italia
Di sisi lain, sisi emosional Zinedine Zidane juga terlihat jelang Prancis vs Italia. Laga akan berlangsung di stadion yang pada 1998 silam jadi panggung utamanya memenangkan Piala Dunia lewat dua sundulan kepala.
Sekarang ia kembali sebagai pelatih ke Stade de France untuk pertama kali. Tak ayal momen ini ingin dimaksimalkan untuk meraih kemenangan.
“Rasanya sangat emosional bisa kembali ke sini dan akan lebih hebat lagi ketika tribun dipenuhi penggemar kami,” ia menjelaskan.
“Tak ada rasa takut. Jika seperti itu saya tidak akan berada di sini. Saya tidak pernah memikirkan kegagalan dalam karier, hanya melihat peluang,” sambung legenda Prancis.
“Saya punya tim yang luar biasa dan kami siap mewujudkan mimpi ini dan akan memberikan yang terbaik untuk menang,” tutup Zinedine Zidane.












