Gianni Infantino Akhirnya Punya Lawan, Eks Cagliari Maju Capres FIFA

Berita, Internasional199 Dilihat
banner 468x60

Gianni Infantino kembali maju sebagai calon presiden FIFA. Tapi kali ini ia akan mendapat lawan sepadan dalam diri Ramon Vega.

Nama Gianni Infantino menjadi kontroversi setahun terakhir. Gerak-gerik dan langkahnya dinilai banyak pihak melewati batas.

banner 336x280

Ini pula yang membuat konfederasi lain di bawah FIFA memintanya mundur. Bahkan ada pula yang sengaja menyiapkan calon untuk menantangnya.

Salah satunya UEFA. induk sepak bola Eropa itu mengajukan CEO Paris Saint-Germain, Nasser Al Khelaifi untuk menjegal Infantino kembali ke tahta tertinggi.

Akan tetapi, sejauh ini belum ada kejelasan soal itu. Al Khelaifi pun tak pernah mengungkapkan keinginan tersebut.

Dengan kata lain, upaya menjegal Gianni Infantino sejauh ini mentok karena tak ada sosok lain sebagai penantang.

Namun, sekarang muncul nama Ramon Vega yang siap menjegal pria keturunan Italia. Dia pun langsung mengusung misi untuk mengembalikan FIFA ke maruah sebenarnya.

Yaitu rumah sepak bola untuk semua. Bukan untuk diperdagangkan atau menyalahgunakan kekuasaan seperti yang dilakukan presiden sekarang.

“Saya mencalonkan diri untuk menyatukan kembali keluarga sepak bola dunia, mewujudkan reformasi berkelanjutan, memodernisasi FIFA,” kata eks pemain Cagliari.

“Yang penting sekarang memulihkan stabilitas dan kredibilitas, membangun kembali kepercayaan yang sangat dibutuhkan oleh olahraga ini,” katanya lagi.

Ramon Vega Pernah Gagal Lawan Gianni Infantino

Sebenarnya ini bukan kali pertama bagi Vega maju sebagai calon presiden FIFA. Dia sempat maju 2015 silam untuk menggantikan Sepp Blatter yang ditangkap karena korupsi.

Empat tahun setelahnya pria yang juga pernah berseragam Tottenham Hotspur maju lagi. Kali ini yang ditantang adalah Gianni Infantino.

Sayang, Ramon Vega tak sampai ke proses pemilihan. Sebab ia gagal memperoleh minimal lima suara dari 211 anggota FIFA.

Pada pemilihan 2026 pria asal Swiss percaya nasib akan berbeda. Apalagi dia memiliki tujuan yang diharapkan semua pihak.

“Sepak bola bukan milik presiden, federasi. Itu lebih besar dari siapa pun, individu mana pun, atau institusi apa pun,” ia menegaskan.

“Ini permainan rakyat dan milik semua orang yang memberikan kehidupan pada sepak bola,” pungkasnya.

“Tapi selama ini perpecahan telah memecah belah kita. Kepemimpinan sekarang merusak moral permainan. Kita harus menghentikan konflik ini agar tidak semakin hancur,” tutup penantang Gianni Infantino.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *