Oliver Bierhoff Lihat Kesamaan Italia dan Jerman: Tak Berkualitas

banner 468x60

Oliver Bierhoff melihat kesamaan antara timnas Italia dan Jerman. Kualitas pemainkedua tim saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan.

Regenerasi di Italia dan Jerman memang berjalan. Hanya saja saat ini kedua negara tak mampu lagi memproduksi pemain-pemain top seperti masa lalu.

banner 336x280

Oliver Bierhoof melihat betapa mengerikannya Azzurri ketika masih memiliki Francesco Totti, Alessandro Del Piero, Andrea Pirlo, dan Fabio Cannavaro.

Begitu pula Der Panzer yang pernah punya Lothar Mattheus hingga eranya Miroslav Klose. Sayang, sekarang kedua negara kehilangan pemain-pemain berkualitas yang bisa jadi pembeda di lapangan.

Ini pula yang membuat mereka gagal beprestasi. Jerman stagnan di Piala Dunia maupun EURO. Nasib Italia lebih mengenaskan dengan tiga kali gagal ke Piala Dunia.

Masuknya Roberto Mancini dan Juergen Klopp pun dirasa percuma oleh Bierhoff. Karena menurutnya masalah bukan sekadar di posisi pelatih.

“Sulit untuk melihatnya dalam jangka pendek. Saat ini ada kekurangan kualitas,” ujar Oliver Bierhoff seperti dilansir Football Italia.

“Dengan segala hormat kepada para pemain, Italia memenangkan Piala Dunia bersama Totti, Del Piero, Pirlo, dan Cannavaro,” ia menjelaskan.

“Saya juga melihat Jerman dan berpikir ‘Manakah dari mereka yang berada di level tinggi Eropa untuk membuat dampak?’,” sambungnya.

“Mereka cukup bagus, tapi juara sejati adalah orang-orang seperti Lothar Matthaues yang pergi ke Italia untuk menjadi pemain top,” lanjut Bierhoff.

Oliver Bierhoff Nilai Masalah Italia Lebih Pelik

Lebih lanjut, Oliver Bierhoff menilai Italia punya masalah yang lebih pelik. Yaitu sistem dan seluruh stakeholder sepak bola.

Jerman sebenarnya juga pernah mengalami masalah serupa. Untungnya mereka sudah melalui itu dengan melakukan perubahan besar.

“Harus saya akui ini gabungan dari berbagai hal. Kita harus menyadari bahwa perubahan tidak akan terjadi dalam dua atau tiga tahun, butuh waktu,” jelas legenda AC Milan.

“Pada tahun 2000, Jerman mengubah metode latihan dan pendidikan. Kami mulai berinvestasi pada infrastruktur, stadion, dan akademi. Kami pikir itu memakan waktu 10 tahun,” tambahnya lagi.

“Saya tidak bisa menilai masalah Italia dari luar. Tapi mereka harus turun ke titik terendah untuk bisa kembali ke puncak,” tutup Oliver Bierhoff.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed