Carlo Ancelotti memberi pandangannya terhadap sepak bola Brasil beberapa tahun terakhir. Menurutnya salah satu penyebab kemunduran timnas karena jam terbang para pemain.
Ia mengeluhkan beberapa pemain tidak mendapat menit bermain yang cukup. Terutama mereka-mereka yang masih muda dan bertalenta.
Carlo Ancelotti mengambil contoh Endrick di Real Madrid. Ia percaya sang wonderkid punya kualitas dan akan berperan penting di masa depan.
Masalahnya Endrick sulit menembus tim utama Madrid. Musim ini saja ia baru main sekali dengan durasi empat menit.
Situasi tersebut jelas membuat Ancelotti gusar. Apalagi bintang 20 tahun adalah proyeksi masa depan timnas Brasil.
Selain itu, ada pula Estevao yang musim lalu inkonsisten di Chelsea dan sekarang menemui kesulitan bersama Manchester United.
“Masalah bagi anak-anak Brasil adalah mereka tidak berkembang karena tidak bermain secara teratur,” kata Carlo Ancelotti.
Lebih lanjut, nakhoda asal Italia melihat ini sebagai fenomena jamak di Brasil. Di mana pemain yang masih belia terlalu berani ambil keputusan untuk bermain di klub besar Eropa.
Bagaimana pun risikonya besar. Masa depan menjadi taruhan ketika si pemain kalah bersaing dan gagal berkembang.
“Hal itu terjadi pada Endrick dan talenta lain seperti Estevao,” ia menerangkan.
“Mereka ke Eropa saat 18 atau 19 tahun untuk main di klub besar dan tidak mendapatkan tempat. Tanpa bermain, mereka tidak bisa berkembang,” imbuhnya.
Perhatian Khusus Carlo Ancelotti untuk Endrick
Nama Endrick sudah mencuri perhatian sejak umur 16 tahun. Ia tampil luar biasa di Palmeiras hingga membuat Real Madrid kepincut.
Tanpa pikir panjang, winger muda ini menerima pinangan Madrid. Tapi penampilannya jauh dari menjanjikan hingga dipinjamkan ke Lyon musim lalu.
Selama peminjaman di Lyon, Endrick tampil luar biasa. Ia mencetak delapan gol dan delapan assist dari 21 penampilan.
Catatan ini pula yang membuat Real Madrid membawanya pulang. Rupanya situasinya sejauh ini tak kunjung berubah di ibu kota Spanyol.
Hal ini jelas jadi perhatian Carlo Ancelotti. “Kami punya beberapa talenta muda yang sangat menjanjikan,” jelasnya.
“Dan Endrick akan menjadi penting bagi Brasil di masa depan. Namun, dia perlu bermain,” tutup Carlo Ancelotti.
Belakangan beredar kabar penggawa timnas Brasil akan dipinjamkan lagi. Kemungkinan besar tujuannya kali ini adalah Italia dengan AC Milan dan AS Roma siap memberi penawaran.
Dini hari nanti pukul 02.00 WIB akan ada big match Liga Champions yang mempertemukan Real Madrid vs Inter Milan di Santiago Bernabéu. Pada laga perdana musim ini akan tersaji duel menarik, pasalnya pertemuan ini bukan hanya sekedar gengsi tapi nostalgia guru dan murid.
Jose Mourinho yang kembali ke Real Madrid akan bertarung dengan mantan anak asuhnya, Cristian Chivu, yang kini menukangi Inter Milan. Keduanya pernah bekerjasama di I Nerazzurri pada periode 2008/2010 silam.
Pertemuan Real Madrid vs Inter Milan ini menjadi spesial mengingat keduanya meraih treble winner kala berjumpa Bayern Munich di Santiago Bernabeu 2010 silam.
Head to Head Real Madrid vs Inter Milan
Terakhir kali Real Madrid vs Inter Milan bertemu terjadi pada tahun 2021 di fase grup D. Saat itu El Real asuhan Carlo Ancelotti sukses menghantam lawannya yang masih diasuh Simone Inzaghi dengan skor 2-0.
Dua gol dicetak oleh Toni Kroos dan Marco Asensio. Pengalaman kurang baik itu jelas menjadi motivasi lebih bagi Nerazzurri juga sang pelatih Chivu untuk mengalahkan guru dan Madrid itu sendiri.
sumber foto: fotmob
Dalam lima pertemuan terakhir Inter tak sekali pun merasakan kemenangan. El Real berhasil mengunci 5 kemenangan serta empat clean sheet. Namun, kini kedua klub datang dengan situasi yang berbeda.
Los Blancos harus berdiri tegak karena hasil di LaLiga mengecewakan. Anak asuh Jose Mourinho harus tunduk dari Real Betis lewat skor tipis 1-0. Pelajaran besar bagi Mou dan kini mereka harus mempersiapkan diri jumpa I Nerazzurri.
Meski begitu secara keseluruhan tiga laga dilewati Madrid masih terbilang wajar. Los Blancos perlu waktu untuk menyatukan semua pemain menjadi satu core tim. Terlebih mereka belanja pemain dengan jumlah yang banyak.
Sepertinya melihat kondisi klub Mou lebih memilih untuk menyatukan chemistry terlebih dahulu sebelum masuk ke aspek teknis. Kekacauan pada musim lalu sangat berdampak pada mood pemain, hal itulah yang tengah dibenahi.
“Bagaimana kondisi para pemain setelah pertandingan melawan Betis? Mereka kelelahan setelah pertandingan, tetapi sudah cukup pulih dalam latihan hari Minggu, dan hari ini kondisinya sudah normal,” kata Jose Mourinho.
“Setelah menganalisis performa, kami semakin yakin akan bermain baik, bermain sebagai sebuah tim, dan yang dilewati saat ini hanyalah sebuah anomali. Kami berada dalam kondisi yang bagus,” ia menambahkan.
Sumber foto: Managing Madrid
Tak lupa ia juga menanggapi kisah masa lalu dengan Cristian Chivu. “Apakah saya sangat antusias menghadapi Inter? Saat ini, bagi saya ini bukan pertandingan yang spesial. Setelah pertandingan, baru akan terasa spesial,” sambungnya lagi.
“Tapi selama pertandingan, tidak. Saya rasa tidak ada yang akan membicarakan siapa yang berada di bangku cadangan Madrid saat pertandingan berlangsung,” lanjut nakhoda asal Portugal.
Ia menegaskan tidak ada waktu memikirkan nostalgia saat Real Madrid vs Inter Milan berjalan. Walau pada dasarnya sulit bagi dia melupakan atau mengesampingkan sukses tersebut.
“Selama pertandingan, saya tidak akan memikirkannya. Chivu akan selalu menjadi bagian dari orang-orang saya. Saya sangat bahagia untuknya dan atas apa yang sedang dia capai. Saya akan menyapanya sebelum dan sesudah pertandingan.” tutup Mou.
Perkiraan starting line up Real Madrid vs Inter Milan
Bergeser ke modal tim tamu jelang Real Madrid vs Inter Milan, Chivu tahu betul siapa lawan yang dihadapi nanti. Pemegang 15 gelar Liga Champions tak pernah bisa dianggap remeh walau hasil minor sedang mereka rasakan.
Nerazzurri datang bermodalkan tiga laga Serie A secara perkasa. Menyapu sembilan poin penuh dalam tiga laga awal dengan 8 gol bersarang di gawang lawan.
Satu diantaranya diraih dengan hasil clean sheet ketika bertemu Cagliari. Bahkan dalam situasi saat ini Inter bisa saja diunggulkan, pasalnya hasil akhir pekan berhasil menunjukan mentalitas besar ketika bertemu Napoli.
Meski sempat tertinggal 0-2 dari I Partenopei, Nerazzurri berhasil bangkit lewat dua gol Lautaro Martinez dan Marcus Thuram. Ini menjadi poin penting secara moral guna menjaga asa untuk bersaing dan meraih hasil maksimal di Santiago Bernabeu.
Mengutip laporan dari Sky Sport, Real Madrid vs Inter Milan akan menurunkan pemain terbaik mereka sejak menit pertama. Menariknya pada line up ini Madrid akan menempatkan Trent Alexander Arnold ditengah menemani Federico Valverde.
Sumber foto: Yahoosport
Di Sisi kanan Madrid sendiri ada nama familiar bagi Nerazzurri yakni Denzel Dumfries yang akan bertemu dengan mantan rekan setim. Hal ini bisa menjadi plus minus bagi kedua tim, karena opsi dan antisipasi permainan bisa saja tak terhindarkan.
Sementara itu Inter Milan juga akan menurunkan pemain terbaik mereka, hanya saja satu pelengkap mereka akan absen akibat cedera yakni Federico Dimarco. Posisi kiri yang menjadi vital dan ditinggal oleh Dimarco akan diisi oleh Carlos Augusto.
Sempat turun dari bench, kini Chivu akan langsung menurunkan Hakan Calhanoglu bersama Nicolo Barella serta Curtis Jones. Gelandang Inggris itu tampil cukup solid ketika melawan Napoli.
Lini depan jelas menjadi milik Lautaro Martinez dan Marcus Thuram akan berduet sebagai kreator gol bagi Il Nerazzurri. Jadi apakah match ini akan menjadi duel sengit antara kedua klub? Atau hanya menjadi pertandingan berat sebelah karena melihat kualitas pemain antara kedua tim?.