Adu Pintar Ruben Amorim dengan Jurnalis Jelang AC Milan vs Lecce

Pemandangan menarik terjadi pada konferensi pers jelang pertandingan AC Milan vs Lecce. Ruben Amorim terlibat perdebatan sengit dengan jurnalis setempat.

Jalannya konferensi pers awalnya seperti biasa. Namun, tensi sedikit meninggi ketika salah satu jurnalis mempertanyakan pakem starting 11 AC Milan.

Sebagai informasi, Ruben Amorim selalu mengubah susunan pemain di setiap pertandingan. Meski formasinya cenderung sama, 3-4-2-1, selalu ada setidaknya dua pemain yang berganti peran tiap pekan.

Bagi salah satu wartawan, keputusan itu menjadi penyebab performa Milan menurun belakangan. Maka dari itu ia bertanya kepada sang pelatih siapa starting 11 terbaik.

Jawaban Amorim justru membuat sesi konferensi pers menjadi menarik dan sedikit meninggi. Alih-alih menjawab dengan gamblang atau sekadar normatif, ia bertanya balik ke awak media.

“Susunan pemain inti terbaik itu seperti apa? Bagaimana menurut Anda?,” tanya peramu taktik I Rossoneri kepada wartawan tersebut.

Bukannya ciut, sang wartawan benar-benar memberi jawaban dan pandangannya. Dari lini belakang sampai ujung tombak.

“Gila, De Winter atau Gabbia dan Pavlovic di belakang. Rabiot, Modric, Chukwueze dan Moreira di lini tengah. Pulisic, Cisse, dan Ramos di depan,” jawab wartawan itu.

Ruben Amorim Skakmat Wartawan

Adu pintar keduanya berlanjut. Pelatih asal Portugal mulai mengorek sejauh mana sang pewarta memahami strategi dengan segala kemungkinan yang akan terjadi di lapangan.

“Bagaimana menurutmu di kiri?,” tanya Ruben Amorim. “Moreira,” jawab pewarta berita itu. Sang pelatih bertanya lagi “Jika Chukwueze bermain tiga pertandingan, jika dia mengalami masalah, siapa yang akan kami tempatkan di sana?,” jurnalis itu menjawab Saelemaekers.

Amorim meneruskan, “Lini tengah bagaimana,”. “Rabiot dan Modric,” jawab sang pewarta. Dari sini mantan penggawa timnas Portugal secara tidak langsung menjawab alasan dirinya kerap gonta-ganti komposisi pemain.

“Apa yang kalian katakan tentang Modric minggu lalu? Saya membela dia di sini. Kalian membicarakan kecepatannya. Kalian melihat bahwa setiap minggu kalian punya susunan pemain inti yang berbeda,” ia menjelaskan.

“Kemudian kalian harus mengatur tiga pertandingan perminggu. Dan pergantian pemain. Sekarang apa yang kalian lakukan?,” tegasnya.

“Saya tahu ini bukan tugas kalian. Tapi yang ingin saya jelaskan adalah pendapat kalian akan berubah karena Musah bermain sangat bagus. Kita bisa membahas ini sepanjang hari,” tutup Ruben Amorim.

AC Milan melakoni tiga pertandingan terakhir tanpa kemenangan. Bahkan di laga terakhir mereka menelan kekalahan 0-2 dari Benfica di Liga Europa.

Dinihari nanti melawan Lecce adalah kesempatan terbaik I Rossoneri kembali torehkan tiga angka. Mereka bertindak sebagai tuan rumah dan Lecce selalu kalah di markas lawan musim ini.

banner 400x130

Ruben Amorim Makin ke Sini Makin Omon-Omon?

Setelah tak terkalahkan di Serie A, AC Milan harus merasakan hasil negatifnya di Europa League. Anak asuh Ruben Amorim dipermalukan Benfica 0-2  di San Siro.

Datang dengan lima kemenangan jadi bukti bahwa Benfica bukan lawan sepele. Ruben Amorim yang secara historis lebih mengenal mereka pun tak sanggup melawan determinasi klub asal Portugal tersebut.

Hasil tersebut memunculkan pertanyaan, apakah eks Sporting Lisbon tahu bagaimana harus memperlakukan Milan? Karena pada saat ini ia baru mendapatkan dua kemenangan dua imbang, dan satu kekalahan.

Bahkan dua hasil imbang itu terjadi pada laga besar. Walau kala melawan Juventus, upaya mengambil poin penuh harus sirna gara-gara gol injury time Federico Gatti.

Tidak lupa juga ketika kontra Lazio di Olimpico. Pada babak pertama AC Milan hanya bisa terdiam oleh dua gol dari Matteo Cancellieri dan Tijjani Noslin.

Meski pada akhirnya respon cepat ditunjukkan di babak kedua. Pergantian pemain jitu dilakukan, alhasil mereka menyamakan kedudukan melalui brace Diego Moreira.

Konsistensi serta kolektivitas ala Amorim mulai perlu dipertanyakan setelah tiga pertandingan terakhir. Apakah Milan asuhannya saat ini penantang serius di Serie A? Atau malah sekadar omon omon belaka?

Bukan tanpa sebab anggapan omon-omon muncul. Sang pelatih kerap membicarakan niatnya mengubah Milan menjadi tim yang lebih dominan terutama dalam fase menyerang.  Yang mana itu bukan gaya yang biasa diterapkan oleh pelatih Italia kebanyakan.

Kinerja Ruben Amorim akan Dievaluasi 

Bahkan menurut informasi yang diungkap oleh Jurnalis Italia, Nico Schira, bahwa hasil yang kurang memuaskan AC Milan berpotensi akan diadakannya pertemuan antara pelatih dan Gerry Cardinale sang pemilik klub.

“Diperkirakan akan ada panggilan telepon hari ini antara pemilik Gerry Cardinale dan pelatih Ruben Amorim untuk menganalisis dan mencoba menyelesaikan masalah-masalah AC Milan serta mengatasi kesulitan-kesulitan yang terungkap dalam pertandingan-pertandingan terbaru”,” demikian laporan Nico Schira.

Ruben Amorim di AC Milan
sumber foto: acmilan/Instagram

Kabar  ini menjadi pertanyaan di lingkup Milanello. Karena Cardinale lah sosok paling dekat dan lantang akan mendukung penuh arah serta ide Milan kedepan di bawah arahan eks pelatih Manchester United tersebut.

Kebingungan saat ini kembali mengingatkan apa yang pernah dikatakan Sergio Conceicao. Saat ditanya mengenai masa-masa ia menakhodai I Rossoneri serta tanggapan tentang Amorim.

“Saya berada di Milan selama enam bulan dan segalanya berjalan. Saya tidak akan mengatakan dengan baik, tetapi kami berhasil memenangkan Piala Super dan mencapai final Coppa Italia.” kenang Conceicao kepada DAZN beberapa waktu lalu.

“Amorim baru-baru ini menyebutkan bahwa Milan telah memenangkan dua gelar liga dalam 20 tahun dan itu benar. Salah satu dari dua trofi terbaru mereka adalah milik saya [merujuk pada Supercoppa Italiana].” ia menambahkan.

“Dan sudah dipastikan bahwa pelatih bukanlah masalahnya. Jelas, saya juga bertanggung jawab dan saya tidak ingin menghindar dari tanggung jawab saya, tetapi kita sekarang telah melihat Allegri dan seluruh tim manajemen jatuh.” tambahnya lagi.

Lalu dengan segelintir kritik dan tanda tanya di dalam klub, apakah Amorim masih bisa mengelola AC Milan sesuai dengan gaya dan kata-katanya? Atau hanya seperti kisah-kisah pelatih lama yang banyak bercerita ketimbang hasil nyata?

 

Aspirasi Tifosi by Mr Sam

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.