Drama 3 Babak Cristiano Ronaldo vs Jorge Jesus di Timnas Portugal

Berita, Internasional226 Dilihat
banner 468x60

Cristiano Ronaldo kembali jadi sorotan. Ia memutuskan pergi meninggalkan Portugal di tengah persiapan laga ketiga UEFA Nations League.

Semua tampak baik-baik saja untuk Cristiano Ronaldo dan timnas Portugal. Ia yang sebelumnya sempat mempertimbangkan pensiun mengurungkan niat itu.

banner 336x280

Negaranya juga dalam semangat baru seiring kedatangan pelatih berpengelaman, Jorge Jesus. Sang kapten pun tetap jadi andalan kala melawan Wales.

Tapi siapa sangka laga itu menjadi pertanda masalah. Ronaldo yang selama ini selalu tampil 90 menit, tiba-tiba ditarik keluar pada menit ke-70.

Laga kedua menghadapi Norwegia menjadi babak pertama drama tercipta. Sang mega bintang duduk di bangku cadangan.

Ini tentu pemandangan mutahil. Bisa dibilang tak memainkan Ronaldo hanya bisa terjadi karena dua kemungkinan, cedera dan akumulasi kartu.

Namun, Jorge Jesus yang baru menjabat langung memarkir pemain berharganya di laga kedua. Terkait itu, sang pelatih punya jawaban.

Menurutnya mustahil untuk pemain yang sudah berumur 41 tahun bermain sejak awal dalam waktu tiga hari. Apalagi di laga sebelumnya bermain elama 70 menit.

Jesus mengaku keputuan ini sudah dibicarakan dengan Ronaldo. Kapten Al Nassr pun menerimanya, terlebih ia mendapat garansi akan masuk di babak kedua.

Cristiano Ronaldo Tantrum dan Tinggalkan Timnas

Inilah yang kemudian menjadi inti masalah. Drama kedua terjadi lantaran pelatih kawakan itu tak memainkan Critiano Ronaldo sama sekali.

Portugal dalam situai unggul atas Norwegia. Ditambah lagi Goncalo Ramos tampil menawan, sehingga tak mungkin bagi Jesus melakukan pergantian di lini depan.

“Kami ingin Ronaldo berada di lapangan. Tapi pertandingan menentukan hal lain, ini murni keputusan taktik,” jelas Jorge Jesus.

Merasa diperlakukan tidak adil, Cristiano Ronaldo bertindak. Sesaat setelah peluit panjang berbunyi ia langsung masuk ke lorong ganti tanpa menyapa rekan setim yang baru bertanding.

Media Portugal seketika ramai. Mereka memberitakan bahwa kaptennya tidak senang, terutama karena janji yang diingkari Jesus melawan Norwegia.

Ketegangan ini sampai membuat presiden federasi sepak bola Portugal, Pedro Proenca, turun tangan. Ia sampai terbang ke Denmark untuk bicara intensif dengan kedua belah pihak.

Kedatangan Pedro Proenca diklaim berhasil meredakan tensi. Kedua belah pihak dilaporkan puas dengan hasil akhir pembicaraan.

Tak lama setelah itu, Jesus keluar dengan pernyataan “Di dalam tim sayalah yang memutuskan, tidak ada pemain yang akan mengubah keputusan taktis di lapangan,”

Tidak ada yang salah sebenarnya dengan ucapan itu. Wajar dan sudah seharusnya keputusan pelatih mutlak, karena dia yang menentukan taktik dan startegi permainan.

Masalahnya pernyataan tersebut keluar di tengah kondisi genting. Yang bisa membuat beberapa pihak kepanasan mendengarnya.

Ini pula yang dirasakan Cristiano Ronaldo. Sehari kemudian ia absen dari latihan tim dan kemudian meninggalkan Selecao das Quinas tanpa pamit

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *