Serie A Seperti Hollywood: Besar, Berpuas Diri, Tak Mau Inovasi

banner 468x60

Setiap tahunnya, Serie A makin tertinggal dari kompetisi lain. Keadaan ini rupanya tak lepas dari kesombongan karena sukses di masa lalu.

Serie A era 90-an adalah yang terbaik. Ia kiblat sepak bola dunia dan menjadi tempat berkupulnya para pemain top.

banner 336x280

Pelan tapi pasti kesuksesan dan kebesaran Liga Italia membuat banyak pihak cepat puas. Sehingga mereka tidak melakukan apa-apa, tak membuat gebrakan baru juga.

Sementara itu, liga lain seperti Premier League terus berinovasi. Semua dilakukan untuk menarik minat sinvestor dan menjadikan kompetisinya sebagai ladang industri.

Ketika Premier League terus berbenah hingga akhirnya sebesar sekarang, Serie A justru jalan ditempat tanpa inovasi. Seakan kebesaran yang didapat selama ini tak bisa disaingi.

Kondisi ini dirasakan betul oleh bos AC Milan, Gerry Cardinale. Menurutnya inovasi harga mati untuk membuat industri sepak bola tetap hidup.

Ia juga menyandingkan masalah Liga Italia dengan dunia Hollywood. Yang mana keduanya sama-sama pernah menjadi kiblat dunia, puas dengan yang sudah dicapai, dan enggan melakukan perubahan.

“Serie A dulunya Premier League. Milan di puncak. Apa yang kemudian terjadi?,” kata Gerry Cardinale seperti dilansir dari Football Italia.

“Di industri ini jika Anda berpuas diri dan gagal berinovasi, jika tidak menjalani setiap hari dengan semangat inovasi, Anda akan hancur oleh persaingan,” ia menambahkan.

“Seperti Hollyood. Mereka menjadi lengah, mengira terlindungi, kemudian muncul DVD yang meminta lisensi konten. Sekarang Netflix lahir dan menghancurkan mereka karena teknologi berubah,” tegasnya.

Secara Hak Siar, Serie A Mulai Membaik

Dari segi hak siar, Serie A masih kalah jauh dibanding Premier League. Namun, setidaknya ada sedikit perbaikan, baik secara finansial maupun kualitas.

Gerry Cardinale juga menilai apa yang dilakukan DAZN sebagai pemilik hak siar global Liga Italia sudah bagus. Walau ia berharap akan ada perbaikan lagi.

“Kita lihat saja bagaimana nanti. Saya rasa DAZN sudah melakukan pekerjaan yang hebat,” ia menambahkan.

‘Kita punya banyak hal yang harus dilakukan  dan banyak prioritas yang harus difokuskan sebelum memikirkan hal ini,” tutup pemilik AC Milan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar